Rabu, 25 November 2020, WIB
Breaking News

, 06 Mei 2009, 00:00:00 WIB, 15 View , Kategori : Tataruang

Jakarta – Palembang akan dikembangkan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di Sumatera bagian Selatan. Hal tersebut didasari oleh peran Palembang sebagai Pusat Kegiatan Nasional (PKN) dan perkembangan Palembang sebagai Kawasan Metropolitan. Sebagai pendukung, Pemerintah akan menyiapkan program-program perencanaan pembangunan dan skenario penataan kawasan. “Harus ada program-program katalis untuk meningkatkan daya saing wilayah. Selain itu Palembang juga harus belajar dari Kawasan Mebidangro (Medan-Binjai-Deli Serdang-Karo) dan Batam-Bintan-Karimun” ungkap Direktur Penataan Ruang Wilayah I, Bahal Edison Naiborhu dalam pembahasan kegiatan Peningkatan Penataan Kawasan Perkotaan Palembang.

Dalam pembahasan yang dihadiri oleh perwakilan Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Marga, Ditjen Sumber Daya Air, Ditjen Cipta Karya dan pejabat internal Ditjen Penataan Ruang ini, terungkap lima faktor yang mempercepat perkembangan Kawasan Perkotaan Palembang. Yaitu, jalur koridor jalan lintas timur Sumatera, pembangunan pelabuhan Tanjung Api-Api, kawasan industri Tanjung Api-Api, rencana jalan tol Inderalaya-Palembang-Betung, dan peran Sumatera Selatan sebagai lumbung pangan dan energi di Sumatera. Perkembangan Kawasan Perkotaan Palembang terlihat dari perkembangan ekonomi, peningkatan investasi, serta peningkatan mobilitas penduduk, barang dan jasa pada kawasan ini dan sekitarnya.

Seiring perkembangannya, Palembang bergabung (conurbation) dengan kota-kota yang berdekatan, membentuk kawasan “Metropolitan Palembang”, yang meliputi Kota Palembang, sebagian wilayah Kabupaten Banyu Asin dan sebagian wilayah Kabupaten Ogan Ilir. Diperkirakan, perkembangan Kawasan Perkotaan Palembang akan diikuti oleh konversi lahan dalam skala besar. Oleh karena itu, diperlukan Rencana Tata Ruang Metropolitan untuk mengantisipasi dampak negatif konversi lahan tersebut, mengingat kondisi fisik Palembang yang didominasi kawasan rawa dan pertanian pasang surut serta dilalui oleh dua sungai besar, yaitu Sungai Musi dan Sungai Banyu Asin. “Penataan ruang Palembang memerlukan perhatian nasional”, tegas Edison.

Lebih lanjut Edison menambahkan, Penataan Kawasan Perkotaan Palembang ini harus dilakukan dengan pendekatan pembangunan yang berbasis daya dukung lingkungan. Melalui pendekatan ini, akan diperoleh skenario penataan kawasan pada dua kawasan utama, yaitu kawasan yang dipromosikan dan kawasan yang dikendalikan. Pada kawasan yang dipromosikan, akan disusun Rencana Detail Penataan Ruang (RDTR) yang antara lain berisi program investasi serta arahan insentif dan disinsentif. Sedangkan pada kawasan yang dikendalikan, akan disusun regulasi yang berisi ketentuan-ketentuan pengendalian pemanfaatan ruang. “Untuk itu, perlu keakuratan dalam perhitungan proyeksi penduduk, pertumbuhan ekonomi, kebutuhan ruang dan kebutuhan perumahan serta perlindungan terhadap lingkungan dan revitalisasi ruang”, tandas Edison.

Palembang memang memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai Pusat Pertumbuhan di Sumatera bagian Selatan. “Untuk mendorong pengembangan Palembang, diperlukan dukungan infrastruktur berupa jalan dan jembatan, baik yang berada di Kota Palembang maupun yang menghubungkan Kota Palembang dengan Pangkalan Balai dan Inderalaya sebagai kota satelitnya”, ungkap Hasbi Amin dari Direktorat Jalan dan Jembatan Wilayah Barat, Ditjen Bina Marga.
Dalam kesempatan tersebut, Edison menekankan pula pentingnya penguatan kapasitas sumber daya manusia Pemerintah Daerah dan pemantapan bentuk kelembagaan dalam penyelenggaraan penataan ruang Kawasan Perkotaan Palembang. Untuk itu, pemerintah akan memfasilitasi Pemerintah Daerah untuk membentuk Lembaga Pengelola Kawasan Perkotaan Palembang.

Dari pertemuan ini, dapat disimpulkan bahwa Peningkatan Penataan Kawasan Perkotaan Palembang ini akan terdiri dari empat kegiatan. Pertama, pemantapan Rencana Tata Ruang. Kedua, penyusunan Draft Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Rencana Tata Ruang, Ketiga, Peningkatan Kapasitas Kelembagaan. Dan Kempat, Penyusunan RDTR pada dua lokasi terpilih.

“Untuk mencapai hasil yang optimal, kegiatan ini akan dilakukan secara multiyears dalam rangkaian progress kegiatan yang menerus selama 2 tahun anggaran, yaitu tahun anggaran 2009 - 2010”, tegas Pejabat Pembuat Komitmen Kegiatan Pembinaan Penataan Ruang Kawasan Telah Berkembang, Bambang Ismubagio. (sha/bi)



Mendorong Pusat Pertumbuhan di Sumatera bagian Selatan Melalui Penataan Kawasan Perkotaan Palembang
, 06 Mei 2009, 00:00:00 WIB, Dibaca : 15 Kali

Tuliskan Komentar