Rabu, 25 November 2020, WIB
Breaking News

, 21 Apr 2009, 00:00:00 WIB, 18 View , Kategori : Tataruang

Tangerang, Kompas - Pagar tembok masih mengelilingi Situ Kayu Antap dan menyatukannya dengan sebuah perumahan elite di Desa Rempoa, Ciputat Timur, Tangerang. Padahal, dua bulan lalu, Menteri Pekerjaan Umum telah mengirimkan surat resmi kepada Gubernur Banten dan Bupati Tangerang agar mengembalikan fungsi situ seperti semula.

”Belum ada tindakan apa pun. Untuk itu, kami mendesak pemerintah daerah segera mengambil alih situ,” kata Sabikun, Ketua Tim Pengembalian dan Pelestarian Fungsi Situ Kayu Antap, Sabtu.

Sabikun bersama beberapa anggota timnya, Sabtu lalu, berkumpul untuk membahas kelanjutan nasib Situ Antap. Mereka menyesalkan kondisi situ yang seakan sengaja ditelantarkan. Selain dikelilingi pagar tembok, papan nama bertuliskan Situ Antap sudah lenyap.

Informasi dari Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane, Sekretaris Jenderal Departemen Pekerjaan Umum (PU) Agoes Widjanarko atas nama Menteri PU, pada 18 Februari 2009, mengirimkan surat kepada Gubernur Banten, Bupati Tangerang, dan Badan Pertanahan Nasional (BPN). Dalam suratnya, Agoes meminta Gubernur dan Bupati segera melakukan tindakan penertiban terhadap pemanfaatan ruang pada lahan Situ Kayu Antap dan kawasan sekitarnya, serta mengembalikan kondisi situ sebagaimana fungsinya.

Khusus kepada BPN, Departemen PU meminta agar sertifikat kepemilikan tanah pada lahan Situ Kayu Antap diperiksa legalitasnya karena terdapat keraguan atas keabsahan kepemilikan tanah surat hak milik (SHM) nomor 479 tahun 1974 atas nama Dra Darnelis. Pemilik sertifikat ini kemudian menjual tanah situ kepada pengembang yang beberapa tahun terakhir membangun perumahan elite.

Berdasarkan analisis Departemen PU, seperti tertulis dalam suratnya kepada Gubernur Banten dan Bupati Tangerang, pembangunan pagar tembok di sekeliling situ mengganggu bentang alam dan kegiatan yang menyebabkan penurunan kondisi fisik, serta mengganggu debit air. Akibatnya, fungsi situ sebagai penampung air dan mengendalikan ketersediaan air bakal terganggu sehingga membahayakan masyarakat sekitarnya.

Masih dikoordinasikan

Bupati Tangerang Ismet Iskandar lewat sekretaris pribadinya, Dwi Candra, Minggu, menjelaskan, pihaknya sudah menerima dua surat berkaitan dengan keadaan Situ Kayu Antap. ”Setelah menerima surat dari Departemen PU pada bulan Februari, Bapak sudah memberi disposisi kepada Kepala Dinas PU Binamarga Kabupaten Tangerang Dedy Sutardi untuk berkoordinasi dengan kantor BPN Kabupaten Tangerang,” ujarnya.

Adapun mengenai surat dari Kepala Balai Besar Kali Ciliwung- Cisadane Pitoyo yang meminta Bupati Tangerang menghentikan pembangunan di atas lahan situ tersebut, Dwi menyatakan menerimanya tanggal 30 Maret lalu.

Bupati Ismet sudah memberi disposisi kepada Pejabat Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang Hermansyah untuk meneliti ulang kepemilikan lahan dan permohonan perizinan itu. (nel/pin/tri)



Situ Antap Terancam
, 21 Apr 2009, 00:00:00 WIB, Dibaca : 18 Kali

Tuliskan Komentar