Sabtu, 28 November 2020, WIB
Breaking News

, 06 Apr 2009, 00:00:00 WIB, 17 View , Kategori : Tataruang

Jakarta, Kompas - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan konsep pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Marunda agar dapat mulai membangun kawasan itu pada 2010. Pembangunan KEK Marunda menunggu pengesahan rancangan undang-undang kawasan ekonomi khusus yang sedang dalam pembahasan tahap akhir di DPR.

Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, Sabtu (4/4) di Jakarta Pusat, mengatakan, Pemprov DKI Jakarta sedang menyusun rencana tata ruang, rancangan desain infrastruktur, dan rencana pelabuhan di KEK Marunda. Semua rencana pembangunan itu disiapkan agar pemerintah pusat mau memercayakan koordinasi pembangunan KEK Marunda kepada Pemprov DKI Jakarta.

”Aktivitas ekonomi yang akan dikembangkan di KEK Marunda adalah aktivitas yang padat modal dan berteknologi tinggi. Pelabuhan yang akan dibangun juga diarahkan untuk memperlancar arus ekspor dan impor barang melalui Jakarta,” kata Fauzi.

Menurut Fauzi, KEK Marunda tidak akan seperti KEK di daerah lain yang hanya mengolah bahan mentah menjadi bahan bernilai tambah rendah. Aktivitas industri di KEK Marunda akan mengolah bahan mentah menjadi barang jadi bernilai tambah tinggi.

Di KEK ini juga akan didirikan laboratorium untuk pengembangan teknologi tinggi. Mahasiswa-mahasiswa Indonesia dapat belajar di laboratorium untuk meningkatkan standar keahlian mereka.

Asisten Sekretaris Daerah Bidang Perekonomian DKI Jakarta Mara Oloan Siregar mengatakan, RUU Kawasan Ekonomi Khusus diperkirakan dapat disahkan pada September 2009 dan pembangunan dapat dimulai pada 2010. Jika semua proses berjalan lancar, pembangunan KEK Marunda dapat selesai dalam tiga sampai lima tahun.

Oloan mengatakan, Pemprov DKI membutuhkan kerja sama semua pemangku kepentingan di Jakarta untuk turut mewujudkan pembangunan KEK Marunda. Salah satunya adalah pendanaan dari perbankan nasional.

”Pemprov DKI berencana membangun pelabuhan yang memiliki kedalaman lebih dari 17 meter dan mampu didarati kapal-kapal besar. Fasilitas berstandar tertinggi juga akan dibangun agar kapal dari dan menuju Jakarta tidak perlu berlabuh di Singapura terlebih dulu,” katanya.

Selama ini, kata Oloan, Indonesia rugi 12 miliar dollar AS per tahun karena kapal-kapal yang akan ekspor harus berlabuh dulu di Singapura. Ketiadaan fasilitas yang memadai dan dangkalnya pelabuhan membuat hampir semua kapal samudra yang menuju ke Indonesia memilih berlabuh ke Singapura.

Jika pelabuhan KEK Marunda selesai dibangun, barang ekspor dari Jakarta hanya perlu parkir dua-tiga hari, jauh lebih cepat daripada ekspor melalui Pelabuhan Tanjung Priok yang membutuhkan waktu minimal seminggu. Dengan demikian, ekonomi biaya tinggi dapat ditekan.

Pelabuhan baru itu, kata Oloan, rencananya akan diberi nama Pelabuhan Ali Sadikin. (ECA)



Pembangunan KEK Marunda pada 2010
, 06 Apr 2009, 00:00:00 WIB, Dibaca : 17 Kali
Intrusi Terus Meluas
, 20 Agu 2008, 00:00:00 WIB, Dibaca : 44 Kali

Tuliskan Komentar