Rabu, 25 November 2020, WIB
Breaking News

, 21 Jul 2008, 00:00:00 WIB, 16 View , Kategori : Tataruang

Jakarta, Kompas - Setelah lewat enam bulan penggusuran pedagang Barito di Taman Ayodia, Jakarta Selatan, belum ada tanda-tanda taman kota baru akan dibangun. Padahal, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tiga bulan lalu berjanji, taman itu akan mulai dibangun awal Juli 2008. Taman itu kini masih terbengkalai dan kotor.

Minggu (20/7) siang, Taman Ayodia tampak masih sangat kotor dan berbau tak sedap. Tumpukan puing-puing bekas pembongkaran kios-kios pedagang bunga dan ikan hias masih dibiarkan berserakan. Adapun kolam di bagian tengah taman kini kondisinya sangat kotor dan menebarkan bau tak sedap yang tercium dari jalan di pinggir taman. Taman itu kini juga menjadi sarang nyamuk. ”Sekarang juga sering dimasukin anak-anak yang suka mesum di dalam taman situ,” kata Eros (19), pemilik warung rokok di Jalan Lamandau III, dekat Taman Ayodia.

Nana (35), penjual jus buah di dekat taman, mengatakan, beberapa hari sebelumnya, sekali lagi terjadi penjambretan di kawasan tersebut. Seorang perempuan yang baru keluar dari Apotek Mahakam, tepat di depan taman, tiba-tiba dijambret tasnya oleh seorang berkendara sepeda motor sekitar pukul 20.00.

”Di sini gelap sih sekarang kalau malam. Dulu, waktu masih banyak pedagang, di taman itu enggak pernah ada kejadian kriminal kayak begitu. 24 jam aman terus,” kata Nana, yang sudah 12 tahun berjualan di kawasan itu.

Pedagang ikan hias dan bunga di Taman Ayodia digusur oleh Pemprov DKI Jakarta pada 18 Januari 2008. Pada 14 April 2008, Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto mengatakan, Taman Ayodia akan segera dibangun pada awal Juli 2008. Ketika itu, rancangan teknis detail Taman Ayodia baru disusun dan dijanjikan telah selesai pada pertengahan Mei.

”Sebenarnya beneran enggak sih mau dibikin taman, kok enggak kelihatan tanda-tandanya, kayak enggak serius saja. Kita pedagang lainnya sudah sepi pembeli begini gara-gara kawasan ini jadi sepi,” ujar Nana.

Menurut Nana, setelah kios pedagang dihancurkan, petugas Pemprov tidak tampak membersihkan taman tersebut, sementara pagar seng yang mengitari taman kini mulai rusak karena, menurut kesaksian Nana, sering dibuka paksa oleh gelandangan atau orang-orang yang berbuat kurang senonoh di dalam taman.

Hingga lewat enam bulan pun, gardu listrik yang rusak karena tergaruk alat berat (backhoe) saat penggusuran hingga kini masih belum berfungsi. Akibatnya, listrik di kawasan tersebut masih harus disuplai oleh unit gardu bergerak berdaya 630 kVA milik PT PLN yang ditempatkan di dalam taman.

Pemprov menggusur para pedagang dengan dalih untuk merevitalisasi Taman Ayodia menjadi ruang terbuka hijau. Lokasi di Barito itu dianggap sangat mendukung bagi penciptaan taman baru. Taman tersebut diyakini Pemprov bukan hanya akan menjadi paru-paru kota, tetapi juga menjadi penyerap air dan tempat wisata. (SF)



Menjaga Kawasan Konservasi dengan Rencana Tata Ruang Taman Nasional Kerinci Seblat
Sabtu, 22 Agu 2020, 11:23:55 WIB, Dibaca : 16 Kali
FGD Kajian Strategi Komunikasi dan Sosialisasi RPJMN 2020 bidang Tata Ruang Pertanahan dan Informasi Geospasial
Sabtu, 22 Agu 2020, 11:24:18 WIB, Dibaca : 19 Kali
Identifikasi Capaian Pelaksanaan Reforma Agraria di Provinsi Sulawesi Utara
Selasa, 28 Apr 2020, 06:46:21 WIB, Dibaca : 14 Kali

Tuliskan Komentar