Senin, 23 November 2020, WIB
Breaking News

, 17 Mar 2009, 00:00:00 WIB, 13 View , Kategori : Tataruang

Padang, Kompas - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengusulkan konversi 8 persen lahan hutan. Konversi lahan digunakan untuk sejumlah kebutuhan, seperti perkebunan, pertambangan, dan pengalihan lahan.

Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 422/Kpts-II/1999, luas hutan di Sumatera Barat 2.600.286 hektar atau 61,48 persen dari luas wilayah provinsi itu. Konversi diusulkan seluas 281.754 hektar atau sekitar 8 persen menjadi 2.318.532 hektar atau 54,81 persen dari luas wilayah provinsi tersebut.

”Kami sudah menyurati Badan Koordinasi Tata Ruang Nasional (BKTRN) untuk mengurus perubahan wilayah hutan ini. Kami juga meminta Departemen Kehutanan membawa masalah ini ke BKTRN untuk dibahas di sana. Kalau sudah final di BKTRN, kami menganggap semua departemen sudah komitmen,” ujar Gubernur Sumatera Barat Gamawan Fauzi, Senin (16/3), seusai peringatan 26 tahun Rimbawan Sumatera Barat.

Bila disetujui, perubahan lahan hutan akan dimasukkan dalam Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Sumatera Barat yang akan datang. Usulan ini telah dibahas beberapa kali di tingkat Pemerintah Provinsi Sumatera Barat.

Menanggapi usul tersebut, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat Indra Arinal mengatakan, legalitas konversi lahan hutan akan memperberat beban untuk menjaga sisa hutan.

Dari 8 persen lahan hutan yang dikonversi terdapat usulan perubahan kawasan hutan lindung dari 910.533 hektar menjadi 752.472 hektar. Kawasan hutan suaka alam dan wisata juga berkurang dari 846.175 hektar menjadi 805.906 hektar.

Indra mengatakan, pihak kehutanan perlu merevisi aturan atau undang-undang yang tidak sesuai lagi dengan kondisi saat ini. Maraknya konversi hutan saat ini disebabkan hutan belum dikelola maksimal. Padahal, potensi hutan sangat besar untuk memenuhi aneka kebutuhan masyarakat dan relatif tidak merusak kelestarian hutan.

”Kalau potensi air di dalam hutan bisa dikembangkan menjadi energi listrik, bila ini dikembangkan, hutan tidak rusak, dana energi listrik untuk masyarakat akan bertambah. Kalau kawasan hutan dikonversi untuk tambang, pendapatan yang bisa diperoleh sesaat saja. Itu pun masih dibutuhkan modal dari luar negeri,” kata Indra. (ART)



8 Persen Hutan Sumbar Akan Dikonversi
, 17 Mar 2009, 00:00:00 WIB, Dibaca : 13 Kali

Tuliskan Komentar