Kamis, 26 November 2020, WIB
Breaking News

, 11 Mar 2009, 00:00:00 WIB, 14 View , Kategori : Tataruang

Jakarta, Kompas - Rancangan pembangunan kembali Pasar Mayestik di Jalan Tebah, Jakarta Selatan, diduga akan menyalahi Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 1999 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah 2010.

Kesalahan terletak pada penyediaan lahan parkir yang hanya 302 satuan ruas parkir (SRP) tidak sesuai dengan luas bangunan pasar berlantai 6 (belum termasuk basement dan lantai dasar) itu, yakni 50.993 meter persegi.

”Dengan luas bangunan hampir 51.000 meter persegi, berarti lahan parkir yang tersedia di pasar itu sebanyak 850 SRP. Bila yang disediakan hanya 302 SRP, ini sudah menyalahi aturan dan harus didesain ulang,” kata Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Sayogo Hendrosubroto menanggapi seputar desain renovasi pasar yang akan dibangun enam lantai tersebut (belum termasuk lantai dasar dan basement), Selasa (10/3).

Menurut dia, dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) diatur penyediaan parkir untuk pusat perbelanjaan 1:60 meter persegi atau setiap 60 meter persegi harus menyediakan satu SRP.

Sayogo menjelaskan, pengurangan fasilitas parkir di gedung pusat perbelanjaan akan berdampak buruk terhadap lingkungan sekitar pasar. ”Minimnya tempat parkir akan membuat parkir kendaraan pasar meluap sehingga muncul parkir-parkir liar di badan jalan sehingga arus lalu lintas di kawasan itu akan macet total,” papar Sayogo.

Seperti diberitakan, pembangunan kembali pasar ini menjadi pasar modern akan dilakukan pada tahun ini. Sesuai desain pembangunan kembali pasar itu, lahan parkir menempati lantai 4 dan 5 serta sebagian di lantai 3 dan 6.

Pekan lalu, Kepala Dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan DKI Jakarta Harry Sasongko seusai rapat kerja di Komisi D DPRD DKI Jakarta menjelaskan, pemberian izin pembangunan Pasar Mayestik sudah sesuai dengan blok plan yang dikeluarkan oleh Dinas Tata Kota. (PIN)



Penyediaan Lahan Parkir Pasar Mayestik Tidak Sesuai Tata Ruang
, 11 Mar 2009, 00:00:00 WIB, Dibaca : 14 Kali
Draf RTRW NAD Tidak Ada Perubahan
, 07 Jan 2009, 00:00:00 WIB, Dibaca : 17 Kali
Pembahasan RTRW agar Dihentikan
, 12 Des 2008, 00:00:00 WIB, Dibaca : 27 Kali

Tuliskan Komentar