Selasa, 24 November 2020, WIB
Breaking News

, 11 Mar 2009, 00:00:00 WIB, 13 View , Kategori : Tataruang

Jakarta, Kompas - Renovasi kawasan Kota Tua dinilai kurang tepat sasaran. Hasilnya justru menimbulkan sejumlah masalah baru, sementara warga sekitar tidak memperoleh manfaat apa-apa.

Demikian rangkuman diskusi terbatas di Balai Wartawan Kantor Wali Kota Jakarta Barat, Selasa (10/3). Hadir sebagai pembicara, Ketua Paguyuban Kota Tua Jacky Sutiono dan Sekretaris Jenderal Ella Ubaidi. Keduanya menilai renovasi berlangsung top-down dan cuma menggunakan pendekatan proyek.

”Mereka menggunakan konsep dari luar. Selebihnya, mengikuti selera pribadi pelaksananya. Masyarakat sekitar tidak merasakan manfaat langsung proyek ini bagi perbaikan hidup mereka. Mereka sama sekali tidak dilibatkan,” ujar Jacky.

Seharusnya, lanjut Ella, pelaksana proyek melibatkan warga sekitar. Selain itu, pelaksana sebaiknya mengalokasikan dana sosial dan ekonomi kepada warga sekitar terkait soal pemeliharaan, pengamanan, dan pengembangan Kota Tua.

”Yang sehari-hari di sana, kan, mereka? Seharusnya pelaksana proyek melibatkan mereka agar peduli terhadap pemeliharaan, keamanan, dan pengembangan Kota Tua,” ucap Ella.

Dian Alamsyah dari Kelompok Sadar Wisata mengatakan, kepedulian terhadap warga sekitar misalnya bisa ditunjukkan dengan membantu mendesain kawasan kaki lima masakan Betawi, atau melibatkan mereka dalam setiap acara festival kesenian di kawasan Kota Tua.

Ella menunjukkan sejumlah foto hasil renovasi di beberapa sudut Kota Tua yang bermasalah. Foto, antara lain, menunjukkan, penanaman deretan pohon kelapa yang justru mengganggu buka tutup jendela dan penerangan lampu gedung-gedung tua. Selain itu, pelat besi yang membahayakan pejalan kaki, terpasangnya bambu penjaring sampah yang membuat suasana menjadi jorok, dan lubang-lubang saluran yang dibiarkan terbuka menganga.

Karena itu, sebaiknya renovasi Kota Tua dilandasi komitmen semua pemangku kepentingan Kota Tua. ”Aset gedung tua terbanyak di kawasan Kota Tua itu justru milik swasta. Pemprov DKI cuma 18 persen, sedangkan 12 persen lainnya milik pemerintah pusat. Tetapi, selama ini yang omong terus soal Kota Tua adalah Pemprov DKI. Beri kesempatan swasta lebih banyak buat bicara dong,” kata Ella. (WIN)



Renovasi Kawasan Kurang Tepat Sasaran
, 11 Mar 2009, 00:00:00 WIB, Dibaca : 13 Kali

Tuliskan Komentar