Jumat, 27 November 2020, WIB
Breaking News

, 10 Mar 2009, 00:00:00 WIB, 15 View , Kategori : Tataruang

CEPU, KOMPAS — Kerusakan sempadan Bengawan Solo di bawah jembatan perbatasan Jawa Tengah – Jawa Timur, di Cepu, Kabupaten Blora, Jateng, makin parah. Sempadan longsor sedalam 5 meter dan sepanjang 20 meter sehingga mengancam jembatan kereta api dan rumah warga. Penanganan Tanggul Jebol Minta Dipercepat

Menurut warga Kelurahan Cepu, Tulus Widodo (50), Senin (9/3), sempadan longsor dua kali akibat banjir Bengawan Solo tahun 2008 dan 2009. Ia berharap pemerintah segera merealisasikan perbaikan sempadan.

Kepala Bidang Prasarana dan Wilayah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Blora Samgautama Karnajaya menyatakan, penanggulan sempadan merupakan salah satu
program pengendalian banjir Bengawan Solo. Namun, hal itu tidak akan dilakukan dalam waktu dekat karena pemerintah memprioritaskan pembangunan sejumlah bendung gerak.

Menurut Samgautama, dalam waktu dekat Pemerintah Provinsi Jateng akan membangun rumahrumah panggung di daerah aliran Bengawan Solo yang kerap kebanjiran.

Nilai pembangunan rumah panggung Rp 460 juta dan dianggarkan dalam APBD 2009 Pemprov Jateng.

Rumah panggung juga akan dikembangkan di Jawa Timur, sebagaimana dikemukakan Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Jatim Budi Susilo.

Soal penanganan banjir, Wali Kota Solo Joko Widodo menyatakan sudah menyampaikan usulan pembangunan cek dam untuk pengendalian banjir di wilayah utara Kota Solo kepada Departemen Pekerjaan Umum.

Untuk wilayah selatan Solo, kemungkinan bisa teratasi setelah pembangunan parapet (semacam tanggul) di Kali Wingko dan pemasangan pompa di pintu air Putat dan Joyotakan selesai.

Penanganan kerusakan infrastruktur akibat luapan Bengawan Solo dan anak-anak sungainya diusulkan dipercepat, terutama penanganan tanggul jebol di Desa Tegalsari, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, dan di Desa Semambung, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro. Koordinator Pengendalian dan Pengamanan Balai Pengelolaan Sumber Daya Air Wilayah Bengawan Solo di Bojonegoro, Moeljono, Sabtu (7/3), mengatakan, tanggul jebol di Semambung merupakan tanggul desa, sedangkan di Tegalsari tanggul negara.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pengairan Provinsi Jatim Mustofa Chamal Basya menuturkan, pembangunan tanggul dilaksanakan di Kecamatan Kanor sepanjang 10 kilometer dan Kecamatan Widang sepanjang 85 meter. Selain itu, ada pembuatan 12 pintu air di Madiun dan pengerukan sedimentasi di Kabupaten Lamongan. Total dana untuk pembangunan itu Rp 200 miliar. Pembangunan dibiayai 50 persen dari pemerintah pusat, 25 persen dari provinsi, dan 25 persen dari daerah.

Menurut Bupati Bojonegoro Suyoto, pembangunan tanggul permanen direncanakan mulai April atau Mei 2009. Ada dana dari APBN Rp 17,2 miliar dan dari APBD Bojonegoro Rp 2 miliar.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto Sriatin juga menyatakan, pembuatan sudetan kali Sadar akan dilakukan April.

Luapan Bengawan Solo di Bojonegoro yang dipicu hujan lokal dan meluapnya anak sungai Bengawan Solo, seperti Kalikening, mulai surut akhir pekan lalu. ( HEN/ EKI/ INK/ABK/ACI)



Sempadan Bengawan Solo Makin Parah
, 10 Mar 2009, 00:00:00 WIB, Dibaca : 15 Kali

Tuliskan Komentar